Surakarta – Program Studi S2 Teknologi Pendidikan Universitas Sebelas Maret (UNS) turut berpartisipasi dalam kegiatan “Rekonstruksi Kurikulum Berbasis 4.0 untuk Program Studi” yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) UNS. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 23 Oktober 2019 di Indraprastha Hall – UNS Inn dan dihadiri oleh perwakilan dari berbagai program studi di lingkungan UNS, termasuk program magister.
Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi S2 Teknologi Pendidikan dalam mengkaji kembali relevansi dan kesiapan kurikulum prodi terhadap tantangan Revolusi Industri 4.0. Dalam era yang menuntut integrasi teknologi, literasi data, dan inovasi pembelajaran, Program Studi S2 TP memandang pentingnya rekonstruksi kurikulum agar mampu menghasilkan lulusan yang adaptif dan unggul di dunia kerja yang semakin dinamis.
Berbagai materi disampaikan oleh para narasumber ahli, di antaranya mengenai kerangka dasar rekonstruksi kurikulum, penguatan pilar ketiga pendidikan tinggi, serta pemahaman lebih lanjut mengenai Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Sesi yang dipandu oleh Ibu Nunuk dengan topik Reorientasi Kurikulum memberikan wawasan penting mengenai pentingnya pembelajaran berbasis proyek dan pendekatan lintas-disiplin yang sangat relevan bagi pengembangan kurikulum S2 TP.
Perwakilan dari S2 TP juga memanfaatkan kegiatan ini untuk berdiskusi dan bertukar gagasan dengan program studi lain, sekaligus mendapatkan referensi dan praktik baik dalam menyusun kurikulum berbasis 4.0. Selain itu, materi-materi pendukung kegiatan ini dapat diakses melalui tautan unduhan yang telah disediakan oleh panitia, seperti:
- KURIKULUM, SOLO-23-10-2019-UNS.pdf
- Presentasi Pilar ke-3 – 2019.pdf
- SKPI UNS Presentasi 2019.pdf
- Materi Ibu Nunuk Reorientasi Kurikulum 23 Okt 2019.pdf
Melalui keikutsertaan ini, Program Studi S2 Teknologi Pendidikan semakin memperkuat komitmennya untuk menghadirkan kurikulum yang relevan, berbasis kebutuhan masa depan, dan sejalan dengan visi universitas dalam menghadapi era digital.